BUAT MOL SENDIRI

7 Apr

Buat MOL sendiri : MOL es campur

Kalau melihat dari judulnya mungkin anda akan berpikir “MOL apa lagi nih?”. Tulisan di atas sengaja saya kasih judul begitu karena memang MOL yang saya buat kali ini berbahan es campur yang sudah basi.Ceritanya begini, kemarin pas saya pulang kerja, ternyata di rumah tengah berkumpul kakak ipar dan adik ipar saya bersama keluarganya.Nah mumpung pas kumpul, istri saya bikin pisang  keju dan es campur dengan bahan gula, susu, air kelapa muda, agar agar dan tape. Ketika kakak dan keluarga adik ipar saya pulang, es campur tersebut masih tersisa 1 toples Tupperware. Karena kesibukan saya, sampai malam es tersebut tidak ada yang minum. Ketika istri saya coba meminum, dia bilang es-nya mulai kecut. Ya sudah daripada es dibuang mending saya simpan aja dalam botol bekas aqua 1.5 ltr dengan harapan bisa jadi MOL dan bermanfaat, toh bahannya juga dari bahan organic yang kaya nutrisi. Masalah penggunaan MOLnya nanti untuk apa, saya juga belum tau. Pokoknya yang penting jadi dulu lah…Semoga saja nanti bisa bermanfaat

MOL dari es campur yang basi

Buat MOL sendiri : MOL berbahan ikan laut.

Untuk tumbuh dan berkembangnya suatu tanaman diperlukan diperlukan nutrisi yang lengkap, baik berupa unsur hara makro maupun unsur hara mikro.Bagi kita yang terbiasa menggunakan pupuk nonorganic, kebutuhan hara makro bisa terpenuhi dengan beberpa jebis pupuk kimia yang beredar dipasaran. Adapun unsur hara mikronya sudah tersedia pada tanah sebagai media tanamnya.Akan tetapi bagi kita pecinta tanaman organic pasti akan menghindari yang namanya pupuk kimia buatan pabrik. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan unsur hara bagi tanaman, kita akan mencari alternatif lain yang bersifat organic bagi memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman tersebut.Bagi yang biasa bertanam secara organic, kita sudah terbiasa menggunakan pupuk berbahan kompos ataupun pupuk kandang. Akan tetapi dari beberapa artikel internet yang saya baca pupuk berbahan ikan merupakan pupuk organic dengan unsur hara paling lengkap, dan dikatakan jauh lebih bagus daripada pupuk organic dari kompos ataupun pupuk kandang.Berbekal info inilah saya saat ini sedang mencoba membuat MOL/pupuk cair berbahan ikan, ksrens di daerah saya produk ikan berlimpah dan ada beberapa jenis ikan yang harganya cukup murah. Sehingga tidak ada salahnya kalau saya mencobanya, toh biayanya juga tidak banyak.Adapun bahan yang saya gunakan adalah :-        1 kg ikan “lure” (sejenis teri) harganya cukup murah (Rp.5000)-        Gula merah secukupnya-        Air kelapa sekitar 3 liter.-        Larutan EM4Caranya : Blender ikan dan gula merah, kemudian campurkan air kelapa dan EM4 secukupnya secara merata. Masukkan dalam jerigen bekas/botol bekas air mineral ukuran 1.5 ltr (Berhubung campurannya banyak, maka saya simpan dalam1 jerigen dan 2 botol). Simpan campuran selama 2 minggu dan setiap 2 hari sekali tutup botol dibuka untuk mengeluarkan gas hasil fermentasi. Setelah 2 minggu larutan siap digunakan. Penggunaannya harus dicampur air dulu dengan perbandingan 1 : (15-20).Untuk saat ini larutan belum siap digunakan, tetapi nanti setelah siap akan saya uji cobakan pada tanaman saya. Saya akan coba bandingkan hasil dari MOL campur baur, MOL kepala udang dan MOL ikan ini. Jadi penasaran rasanya ingin segera melakukan uji cobanya nih…

Ikan Lure bahan MOL

 

MOL siap proses fermentasi

 

Membuat MOL(Mikro Organisme Lokal) sendiri : MOL kepala udang

Kalau beberapa waktu yang lalu, saya biasa bikin MOL dari bahan campur baur. Tapi pada kali ini saya mencoba membuat MOL dengan bahan kepala dan kulit udang. Hal ini saya coba karena dari referensi yang saya baca, kepala dan kulit udang mengandung unsur N yang cukup tinggi. Makanya saya berharap setelah MOL jadi mau saya gunakan sebagai pupuk daun dengan cara disemprotkan. Dan karena penggunaanya dengan cara semprot maka saya kasih campuran bawang putih, itung2 sekalian untuk mengusir hama tanaman terutama tanaman cabai rawit saya karena tanaman cabai paling sering terserang hama. Namanya juga coba – coba, harapannya ya berhasil tapi kalau gagal ya nanti coba lagi resep yang lain. Maklum, saya bukan ahli kimia dan bukan ahli tanaman tetapi saya pecinta tanaman dan biasa bicara berdasarkan hasilnya (testimoni). Jadi kalau ada pembaca yang mau mencoba sebaiknya tunggu dulu hasil testimony saya nantinya.Adapun bahan yang saya pakai adalah :-        Kepala dan kulit udang (limbah saat istri ngebersihin udang)-        Gula pasir 3 sendok-        Bawang putih beberapa suing-        Air kelapa-        Larutan EM* sebagai biang fermentorCaranya : Blender kepala/kulit udang, gula pasir dan bawang putih. Campur dengan air kelapa dan EM secukupnya (sekitar 25-50 cc) kemudian simpan dalam botol bekas air mineral ukuran 1.5 ltr dengan ditutup rapat. Buka tutup botol setiap 2 hari sekali, demikian dilakukan berulang2 sampai 2 minggu. Setelah 2 minggu saring larutan dan larutan siap digunakan.Adapun larutan yang saya bikin belum ada 2 minggu sehingga belum saya gunakan. Tetapi ketika saya buka setiap 2 hari, baunya lumayan menyengat. Aroma bawang putihnya kuat sekali. Saya sendiri terus terang gak tahan baunya, mudah mudahan yang gak tahan baunya bukan cuma saya tetapi hama juga mabuk. Semoga saja  larutan ini nantinya bisa seefektif yang saya harapkan baik dalam mengusir hama ataupun dalam pemupukan.

       Kepala/kulit udang diblender  Larutan siap fermentasi

Membuat MOL (Mikro Organisme Lokal) : MOL campur baur

Dalam beberapa artikel yang saya tulis, sering saya singgung mengenai MOL atau Mikro Organisme Lokal akan tetapi saya belum pernah tulis artikel tentang MOL itu sendiri. Nah pada kesempatan kali ini saya mencoba menulis apa itu MOL dan bagaimana cara membuatnya beserta kegunaannya. Tulisan ini saya comot dari beberapa sumber dan beberapa berdasarkan pengalaman pribadi. 

MOL hasil racikanku

 
MOL yang saya maksud di sini yaitu Mikro Organisme Lokal atau kumpulan mikro organisme bermanfaat yang kita kembangkan sendiri yang dapat digunakan sebagai pupuk mikroba bagi tanaman. Selain itu MOL juga dapat digunakan untuk dekomposter dalam pembuatan kompos. Kegunaan MOL sebagai pupuk tergantung dari bahan MOL itu sendiri. Misalnya pupuk dengan kandungan N tinggi untuk masa pertumbuhan tanaman bahan dasarnya dari akar tanaman kacang2an atau daun2an terutama dari jenis leguminacea (gamal, lamtoro dll).  Untuk pupuk dengan kandungan P tinggi untuk masa pembentukan buah, bahan dasarnya batang pisang. Pupuk dengan kandungan K tinggi bahan dasarnya sabut kelapa. Tetapi selain ketiga jenis tersebut diatas sebetulnya semua bahan organic baik dari unsur tumbuhan maupun binatang bisa dijadikan bahan MOL dan bisa diaplikasikan untuk pupuk cair. Sehingga dalam prakteknya saya menggunakan bahan yang paling mudah saya dapatkan misalnya kepala udang, jeroan ikan, air kelapa, terasi dll.Dulu ketika awal2 bertanam saya membuat MOL yang paling sederhana yaitu dengan tape. Caranya tape dihancurkan kemudian dicampur gula 5 sendok makan dan air. Simpan campuran dalam botol bekas kemasan air mineral (1.5 ltr). Kocok larutan kemudian difermentasi selama 2 minggu. Setiap 2 hari tutup botol dibuka untuk mengeluarkan gas yang timbul dari proses fermentasi. Kemudian kocok lagi. Setelah 2 minggu MOL siap digunakan.Setelah itu saya membuat MOL dengan bahan campur baur, antara lain buah manga busuk, terasi, air kelapa 3 ltr, kepala udang,air  gula merah dan EM4 . Caranya semua bahan dicampur dan dimasukkan ke dalam jerigen bekas minyak goreng. Kemudian ditutup rapat dan dikocok supaya bahan tercampur merata. Setiap 2 hari tutup saya buka agar gas hasil fermentasi keluar, kemudian ditutup dan dikocok lagi. Demikian sampai 2 minggu. Setelah 2 minggu larutan saya gunakan untuk menyirm tanaman dengan dosis 1 : 20.Dan 3 minggu yang lalu ketika larutan MOL saya hampir habis, saya membuat MOL lagi dengan bahan yang hampir sama.Dan hasil dari pengaplikasian MOL tersebut terhadap tanaman, anda bisa lihat pada gambar2 tanaman sayuran yang selalu saya posting.

 

Selada merah, Cabai rawit dan Pak Coy yang dipupuk dengan MOL

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: